Tentang 8 Lembar

Posted: June 20, 2010 in whatever

8 lembar! yah, ada 8 lembar! setengah tercengang juga aku melihatnya pagi ini. ada 8 lembar terselip rapi di map merahku. hahaha! konyol! memang sepertinya ada yang error dalam sistem kerja diriku. sebanyak itukah aku telah menyianyiakan kesempatan, atau sekuat itukah alam meyakinkanku bahwa semua ini memang bukan jalanku?! sebesar itukah gelombang penolakan yang memang sudah sepantasnya aku dapatkan, atau meamng sudah setingkat itukah kebebalanku?! atau memang itu semua hanya masalah waktu?! ah, sepertinya aku tidak peduli! yang kutahu hanya terus berjalan.

yah, sepertinya memang masalah akan selesai dengan begitu sederhana: tetap jalani jalanya, dan berhenti jika waktunya tiba! NOPE! ternyata tidak! manusia-manusia dibelakangku, itu yang benar-benar mengganggu fikiran bebasku! tidak pernah ada paksaan sebenarnya, tapi terlalu kejam jika aku tidak mengindahkan mereka yang selalu mendoakan dan meneriaki kata-kata semangat, seberapapun jauhnya jarakku dari mereka. mereka yang selalu berharap, dan meraka yang selalu menyambutku pulang saat aku kelelahan dari perjalanan panjangku mencari segudang ambisiku. haha.. dasar konyol! sekali lagi aku menyadari bahwa kebebasan yang ada di otakku bukanlah  sesuatu yang mutlak dapat dibenarkan! yah, aku akui, kalau sejauh-jauhnya aku ingin pergi, bersama merekalah sebenarnya aku ingin ada. Dan karena alasan itulah, 8 lembar di map merahku menjadi begitu rumit.

tapi sudahlah, biarkan aku tetap setia dengan ketidak pedulianku! karena hanya dengan cara itu, aku bisa tetap melanjutkan perjalanan, hingga suatu hari nanti sampai di suatu pemberhentian yang sama sekali tidak terindera oleh diriku saat ini. biarkan aku tetap berjalan bersama 8 lembar sebagai sejarah dan mereka yang tidak akan pernah aku lupakan. karena hidup dari sudut pandang seorang jiwa, adalah untuk jiwa diluar dirinya..

Hha… Dan aku kembali berjalan..

Iris (Goo Goo Dolls)

Posted: June 18, 2010 in Inspiring
And I’d give up forever to touch you
Cuz I know that you feel me somehow
You’re the closest to heaven that I’ll ever be
And I don’t want to go home right now

And all I can taste is this moment
And all I can breathe is your life
Cuz sooner or later it’s over
I just don’t want to miss you tonight

And I don’t want the world to see me
Cuz I don’t think that they’d understand
When everything’s made to be broken
I just want you to know who I am

And you can’t fight the tears that ain’t coming
Or the moment of truth in your lies
When everything feels like the movies
Yeah, you’d bleed just to know you’re alive

And I don’t want the world to see me
Cuz I don’t think that they’d understand
When everything’s made to be broken
I just want you to know who I am

And I don’t want the world to see me
Cuz I don’t think that they’d understand
When everything’s made to be broken
I just want you to know who I am

And I don’t want the world to see me
Cuz I don’t think that they’d understand
When everything’s made to be broken
I just want you to know who I am

I just want you to know who I am
I just want you to know who I am
I just want you to know who I am

Listen!

sebuah sejarah..

Posted: June 18, 2010 in Here I'am
menikmati malam dengan butiran kacang.
memandang langit kelabu yang senantiasa benderang
terang,
termenung di depan jendela hotel yang gelap
menanti jam 18.45 dengan gelisah
masih dengan butiran kacang
deretan balok berdiri itu menyilaukan
namun menenangkan, menyunggingkan senyum kepuasan

menyenangkan permainan keberuntungan
membuat terbang, melayangkan tapak yang sejatinya menapak
sayap kecil terkepak, menyadari bulan menariknya
laut sekitarku menyapaku
membelai melambai-lambai
mengirim kerinduan harap yang pernah tersemai di atasnya
dalam botol dengan tutup kayu lunak

masih di bawah langit malam dengan butiran kacang
walau benderang, namun tak ada satupun yang terlihat
mungkin aku buta warna, atau malah buta rasa
namun yang pasti aku tak lagi berdiri
karena saat itu aku orang yang beruntung
yaitu mereka yang tak dapat menjelaskan darimana semuanya didapatkan
mereka yang senantiasa menerima ucapan selamat tanpa mengerti alasannya
hanya status dan teori yang ada di kepalanya
dan suatu saat ketika semua itu hilang
hanya kebingungan yang tersisa
mengapa semuanya menjadi begitu nyata
para penjilat itu beringsut meninggalkan tempatnya
berganti mengagumi para beruntung yang lain
terkapar botol bening itu oleh sampah dan limbah kapal karam
di tengah laut, ditelan gelombang
karena fakta telah menagih janjinya
bambu, tongkat, ukur…
koran, foto, rancang…
fikir, teliti, tulis….
hadapi, debat!
terserah!!!

seperti mereka yang puas dan tertawa
di atas keberuntungan
walau sang pencari kebahagiaan sejati
masih sibuk menukar keringat dan air mata
dengan bayangan absurd masa depan

butiran kacang itu telah habis
langit kelabu itu telah hilang
namun aku masih ada
bukan lagi menjadi ‘the luck’
just MY SELF!
dan tak ada yang peduli tentang itu
karena hanya bayangan yang ada di sampingku

namun cerita takkan pernah berhenti sampai disini…

(ditulis 11 maret 2009, dan dari titik ini duniaku selanjutnya berubah…)

Hari Ini Aku Kembali..

Posted: June 17, 2010 in Here I'am

Hari ini aku kembali..
Menghadapimu dengan mata telanjang dan nyali ciutku. Mengutarakan segala protes dalam redamnya kebisuanku. Aku masih tutup mulut hari ini. memendam segalanya sendiri, karena memang hal itu sama sekali tidak penting untuk dibicarakan. Ya, masih tentang sesuatu yang diam yang seharusnya bergerak, sesuatu yang mati yang seharusnya hidup, sebuah ketiadaan yang seharusnya ada dan mengadakanku. Namun aku yakin, kau sama sekali tidak keberatan dengan apa yang telah aku lakukan, karena sebenarnya hal itupun tak ada hubungannya sama sekali denganmu, manusia angkuh!

Dan hari ini aku kembali. 
Kembali dari sebuah ketiadaan menuju sebuah keberadaan yang seharusnya memang ada dan dapat mengadakanku. Aku harus kembali menunggu dan menebak-nebak tentang apa yang akan ku temui di depanku. Jalan ini berat Kawan, namun apa artinya jika di ujung sana aku bisa menemukanmu dengan dirimu di masa yang akan datang. Dan yang pasti dengan diriku di masa depan pula: seseorang yang tak lagi memuja teori, tapi mengagungkan keduanya: teorama untuk fakta! 

Maka hari ini aku kembali.
Kembali bermain dengan takdir yang hanya di tanganNya-lah semua jawaban ada. Dan hanya dengan sebuah pengorbanan semua bisa terbayarkan. Tak penting!!! Sama sekali tak peting bagaimana orang memandangku saat ini, karena dari diriku sendirilah aku bisa menemukan cara untuk meneruskan semuanya. Karena hari ini aku kembali dan benar-benar akan menjaga 24 jam berikutnya. Namun malam ini, aku tidak akan berjanji apapun padamu setelah semua hal yang telah kuingkari. Aku hanya ingin berusaha untuk itu semua. Ya, ‘hanya’ berusaha… namun aku tak lagi akan berhenti dan mundur sampai aku benar-benar menjumpaimu di ujung sana, dengan dirimu dan diriku di masa depan: seseorang yang tak lagi memuja teori, tapi mengagungkan keduanya: teorama untuk fakta!

Karena hari aku kembali…

Perkenalkan, ini adalah diriku. Aku biasa dipanggil dengan sebuah nama manusia. Nama ini benar-benar tak ternilai buatku, karena ia pernah disandang oleh seorang pahlawan perempuan tangguh dari bumi Serambi Mekkah. Aku tinggal di sebuah kota kecil di sebuah negara besar yang mungkin sedang tak sadar bahwa dia begitu besar. Kotaku begitu kecil, bahkan mungkin sama sekali tidak berpengaruh jika kotaku dihapus dari peta dunia yang terbentang angkuh di rak buku ala profesormu. Aku terlahir beberapa belas tahun lalu, di sebuah ruangan dalam sebuah rumah sakit swasta di sudut kota kecilku.
Orang yang paling dekat denganku adalah seorang laki-laki dan seorang perempuan yang membuatku terlahir dan ada seperti sekarang ini. sudah setengah abad lebih laki-laki itu hidup dan menghirup udara dunia ini. dan entah sudah berapa kilogram debu yang tersedot ke dalam paru-parunya saat ia berkelana kemana saja demi menghidupi manusia-manusia yang masuk dalam daftar selembar kartu keluarga. Jasanya begitu besar, karena dialah yang mengajarkanku sampai saat ini bagaimana cara berpikir dan bagaimana cara berbuat. Dan wanita itu, hampir setengah abad usianya. Dari perutnyalah (katanya) aku terlahir ke dunia ini. dia yang merawatku saat aku masih sepanjang beberapa sentimeter. Dia pula yang menyuapkan makanan, suplemen, susu, atau apa saja yang bisa membuatku tumbuh dan berpikir seperti kriteria bayi sehat posyandu. Dia yang mengajarkanku mengenal tulisan, dia yang mengajariku membaca, membaca tindak tanduk manusia, dan membaca kebesaran ‘Sesuatu’ yang tak pernah dapat kuindera secara bebas.
Aku masih punya seseorang lagi. Seorang perempuan yang belum genap 30 tahun usianya. Diapun sama sepertiku, sedang melakukan sesuatu yang sudah seharusnya dilakukan oleh manusia seusia kami. Diapun sedang menjalani sisi ‘kewanitaannya’ yang terkadang aku tidak mengerti mengenai perbedaan harga diri dan kesetiaan didalamnya. Tapi terserah, kebebasan memilih jalan, bagaimanapun harus siap untuk dipertanggungjawabkan suatu saat nanti.

aku mendefinisikan hidupku seperti sebuah mozaik. sebuah lembaran besar tempat puzzle-puzzle ditempelkan. satu kejadian yang kualami dalam hidup ini mengisi beberapa mili lembarku yang sangat besar. dan suatu saat nanti, saat semua mozaik terakhir terpasang, tugasku selesai!

and mutia never stop, beranjak dan mulai mengumpulkan mozaik-mozaik hidupnya…